Tak lama kemudian bu Bambang keluar dan menemui temannya di ruang tamu. “Iya pun ga papa ndre, itu normal kok. Bokep Mom Iseng saja aku mampir ke rumah Anto, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. Baunya khas sekali dan sangat merangsang. “Eh kamu udah sunat ndre?” tanyanya. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. “Iya mimpi basah ndre, kayak ngompol tapi bukan ngompol, emang kamu pernah ta? Pikirku. Aku makin mengerti. Terasa sangat geli dan enak. Kedua mata bu Bambang menangkap basah gerakan tanganku. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Ayo masuk. “Makasih ya ndre, kamu baik sekali ama aku” gumamnya. Anehnya aku hanya diam saja waktu ia melorotkan celanaku sehingga kemaluanku yang waktu itu tidak begitu besar langsung tersembul keluar, berdiri tegak lengkap dengan kulupnya.




















