Keadaan rumah sangat sepi, mungkin Om dan Tante sedang tidur. Segera aku bangun dan kuselimuti badannya pelan-pelan. Bokep Jepang Kontraksi otot vaginanya membuat penisku merasa seperti diurut-urut dan aku juga merasa hampir mencapai orgasme. Sekarang giliran penisku kuusap-usapkan ke clitoris dan bibir vaginanya, sambil aku duduk mengangkang juga. Sambil tetap memelukku dari belakang, Rani mengambil sabun dan mulai mengusapkannya di dadaku. Akhirnya ketika aku mendorong lagi kali ini kudorong sampai amblas semuanya ke dalam. “Eh, sudah pada pulang yah..” Rani menyapa mereka. Aku remas-remas terus dan aku semakin rapatkan kebadanku hingga kemaluanku terjepit perutnya. Sementara kemaluanku semakin menekan pangkal lengannya, usapan tanganku pun semakin turun ke arah dadanya. Penisku semakin tegang dan berdenyut-denyut. Kita terus saling membelai, dan Rani masih mengisak di dadaku, sampai akhirnya kita berdua tertidur kelelahan dengan berpelukan.Aku terbangun sekitar jam 11 malam, dan kulihat Rani masih terlelap di sampingku masih telanjang bulat. Pantat Rani ikut bergoyang, dan semakin rapat menekan, sehingga penisku semakin




















