Lalu aku sarapan sambil membaca koran pagi mencari berita menarik.Dari tempat dudukku tampak Mbak Narti sedang membersihkan kamarku dengan pintu dan jendela kamar yang dibuka lebar. Bokep Indo Sudah memberikan yang enak buat saya!” Dia balik berkata, “Saya terimakasih juga Tuan, rasanya enak bangeeet” Sambil bercanda aku menggodanya, “Mana enak dengan duren jatohan Mbak?” Dia tertawa, “Wah, enakan dijatohin Tuan.. cklak. Mbak Narti berhenti sebentar, “Jangan Tuan, nanti gak rapi pijatannya” katanya lembut, tapi tiada nada penolakan dalam ucapannya itu.Aku berhenti sejenak dan Mbak Narti meneruskan pijatannya ke bagian lenganku sebelah atas. Terasa telapak kaki kananku dipijatnya, enak rasanya geli-geli gimana gitu. Sekarang sampai ke pangkal pahanya, Mbak Narti terdiam. Lam-lama dia mendesis, “Ehhh.. Perlahan penisku mulai bergerak. Kami berdekapan erat.Sejurus kemudian aku bangkit sambil berkata, “Terimakasih ya Mbak? Putih sekali!Celana boxerku mendadak jadi sesak dan kepalaku jadi pusing.




















