Sakit..” rintihku kepada Angga, rupanya dia belum pernah berhubungan seks sebelumnya, masih perjaka rupanya dia, diam-diam aku tersenyum.“Eh sorry.. Ahh.. Bokeb kontol Angga tidak besar tapi cukup bersih.Aku melirik sambil tersenyum kepada Angga, tampaknya dia sudah hampir ejakulasi lagi.“Cepet banget sih ni anak?” pikirku.Kemudian aku kocok kontolnya perlahan-lahan, sambil tetap aku jilat kepala kontolnya. Payudara kami saling bertemu dan terasa lengket, sedangkan tubuh kami bermandikan keringat.Kasur dan sprei acak-acakan, namun kami tetep cuek saja, dan tetap tidur.Aku terbangun karena aku merasakan hampir orgasme, rupanya vibrator yang masih bergetar itu sudah membuatku orgasme beberapa kali tanpa aku sadar.Itu terlihat dari cukup banyak cairan yang keluar dari sela-sela vibrator yang menancap memekku. Silakan aja..” jawabku terbata-bata.Aku memang duduk sendiri, karena jumlah murid di kelasku ganjil, maka aku nggak dapet teman sebangku sendiri.




















