Lalu tangan kiriku meraih kepalanya dan kucium dalam-dalam. Bokep Jilbab/Hijab Tina menatapku lagi, meminta penjelasan langkah selanjutnya. Aku melihatnya dan mulai masuk. “Duh..ni anak. “Belum ambil air putih nih..“, tak ada maksud apa-apa dengan suara air tersebut. Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. “Oo..ya“, jawabku.Tak berapa lama mereka telah berangkat. ”Makasih ya”, ujarku. ”Nggak di sini saja Pak?”. “Uhh..susu yang masih bagus juga. 1 menit-an kumainkan pentil–pentilnya, lalu sedikit kuremas susu kirinya. Itupun sudah cukup membuat matanya makin meredup. Aku bergegas memasukkan sepeda motor ke dalam rumah dan Tina lalu mengunci pagar. Kemudian aku sandarkan tubuhnya di bak mandi. Lalu sabun yang tadi tergeletak di pinggir bak mandi kuambil dan aku basahi. Tina mengulurkan sabun dengan tersenyum.




















