Dengan perasaan tidak karuan, aku memberanikan diri untuk menuju ruang Pak Tommy. Link Bokep Mulutku basah berjimbuhan oleh cairan kental berbau amis itu, begitu pula baju kurungku. tempikmu enak banget….. Pak Tommy ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yang hampir bangkrut itu.Banyak bos-bos yang rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Pak Tommy, demi memperoleh kesempatan menjepitkan penisnya ke dalam liang vagina dan anusku. Satu tangannya memilin-milin payudaraku yang lain, sedang tangan satunya lagi memainkan klitorisnya. Aku semakin pasrah dengan perlakuan Pak Tommy. akhhhhhh…..” racau Pak Tommy sambil menggenjot lubang memeku.“Cepok, cepok, cepok…” suara pinggul Pak Tommy saat bertumbukan dengan bongkahan pantatku yang sedang membusung ke arahnya.Aku sedang dinikmati dengan posisi doggy. Kali ini tidak terlalu sakit… justru anehnya, akupun mulai menikmati permainan pak Muklis.Pak Muklis menarik penisnya, lalu menarik kepalaku mendekat kearah penisnya. Sedangkan aku sendiri bekerja di kota Semarang, sebuah kota di Jawa.




















