“Buka bajumu,” ucapnya sambil tersenyum. “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Bokep Twitter Ruang tamu yang semula gelap menjadi terang dan terasa hangat. Ia tertawa lagi. “Aku tak suka.”
Tapi seolah tak mendengarku, jemarinya meraih batang kemaluanku. Mau tidak ? Tanpa sadar aku mengerang saat jemarinya menempel di selangkanganku. “Hey, jangan kasar-kasar.”
“Maaf..maaf…,” ucapku terbata-bata. Lengannya terulur meraih pundakku. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Sedetik setelah kutarik, saripatiku keluar, menyembur ke atas bulu-bulu kemaluannya. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Lalu secara tiba-tiba kekakuannya berubah menjadi sebuah senyuman tipis. “Ahhh..,” erangku. Aku belum pernah bercinta, itu benar. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Tak perduli, kutekan lagi pinggulku. Ia tersenyum memandangku.




















