“AAAAAAAAAARRRGGHHH” teriak kami berbarengan, saat kami *ternyata* orgasme bersamaan “aasshhh..aaa” sambungku lagi, orgasmeku panjang sekali, aku bisa merasakan penis Evan menyemprot berkedut-kedut di dalam vaginaku.Evan melepas jambakannya dan membiarka tubuhku terkulai. Bokep Cina Evan membuka pahaku lebar-lebar, dan mengarahkan penisnya ke vaginaku yang sangat basah itu. Ia membelai seluruh jengkal tubuhku tapi dengan lembut sekali, berbeda dengan ketika di mobil tadi. Evan pun memegang perutku namun aku masih pura-pura tertidur.Sampai Evan menyentuh payudaraku pelan, aku malah mendesah namun tetap tertidur akhirnya evan memberanikan diri meremas payudaraku, lagi-lagi aku mendesah saja. tanpa melepas kancingpun mereka sudah bisa melihat payudaraku secara jelas aku pikir, namun karena hari itu sudah gelap, dan lampu mikrolet remang-remang mungkin putingku tidak terlalu tercetak.Aku mendengar bapak-bapak itu menahan nafas waktu aku melepaskan kancing nomor dua itu dengan seksi. “Ah udahlah yuk masuk..” kata Evan sambil menarik tanganku masuk ke kamarnya.




















