Kulihat dari jendela, ternyata Pak Yatno yang datang, pasti Pak Yatno mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan ayah padaku tadi pagi.Kubukakan pagar dan kupersilakan Pak Yatno masuk.“Silakan Pak duduk dulu ya, sambil nunggu saya ambil uangnya” senyumku dengan ramah sambil mempersilakannya duduk di ruang tengah.“Kok sepi sekali Dik, kemana yang lain?”“Papa hari ini pulangnya malam, tapi uangnya udah dititip ke saya kok, Mama juga lagi arisan sama teman-temannya”.Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku, terutama bagian payudaraku yang agak terlihat itu. Bokep Mama Aahh.. Beliau bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya agak berkurang, diriku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar ‘medan laga’ kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi.,,,,,,,,,,,,,,, Diriku memakai pakaian yang enak dipakai dan menyerap keringat berupa sebuah kaus hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah sehingga buah payudaraku yang montok itu agak tersembul keluar terutama kalau sedang menunduk apalagi diriku tidak memakai BH, juga sebuah celana pendek




















