uhh.. Bokep Mama Habis ngebuat su.., sumur yah..?”Langsung dijawab dengan enteng oleh perwakilan mereka bertiga, yaitu Asep, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur tersebut dengan rame–rame..!””Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum karena tahu apa yang mereka perbuat tadi. Kamu sih salah jalur..!” rintih Ika menahan sakit.Tetapi sepertinya Iwan tidak menghiraukan ucapan Ika, dan terus saja Iwan berusaha ingin seperti Utun, sampai alat kelaminnya mencapai klimaks dan mengeluarkan cairan penyejuk hati. tunggu..!”Ika menjawab dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”Karena aku juga ingin iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. eh–eh.. Karena kesal akibat Asep tidak dipenuhi permintaannya, akhirnya Asep menarik kepala Ika ke depan alat kelaminnya yang sudah menegang tersebut.Asep berkata dengan nada mengancam kepada Ika, “Ayo Ka..! aah.. Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Iiihh.. asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau




















